Ajal

(kau simpan yang ada di hari-hari terakhir)
 
angin menggoyang pucuk-pucuk padi
menyeret kerumunan kangkung yang serba tanggung
cuitan-cuitan panjang burung-burung
menyeberang sawah, di bawah kubah langit
menggema segala macam suara di bawahnya

Semua cerita pasti selesai
Seperti tiap pertemuan yang bakal lerai

Maut menjalar dari bawah batangmu
naik ke perut kosongmu perlahan-lahan
sambil menjilatjilat di bilik jantungmu

kau merasa sangat yakin,
betapa keabadian begitu mengerikan
dan terlampau berlebihan untukmu.

Kefanaan juga mimpi yang tidak kalah mengerikannya.
Kau teringat Pascal, tapi kau benci pertaruhannya.

Kausimpan semuanya hari itu.

Sebelum api sampai ke dalam sumsung balungmu.
dan ingatanmu hanya abu pra-diterbangkan waktu

Angin menggoyang pucuk-pucuk padi,
menyeret gerombolan kangkung ke dalam kehendaknya.
Dan entah apa lagi yang dilarikan hal sehalus angin
dan sesubtil waktu

selain gema cuit burung-burung, atau kemurungan
yang terus menerus mengekalkan diri dalam larik-larik ini:

Kepergian adalah kepergian.
Kekekalan tidak menjanjikan apa-apa.
Sementara kefanaan masih belum bisa
kita terima sepenuhnya.

interlude

kauikat rambut dan mencari aku.
untuk mengabaikan sisa embun di jendela,
dan menafsir seluruh hari

yang kau simpan
sebelum tidur mengecup kelopak matamu,
yang kau cari
pertama kali begitu pagi
mengacak-acak rambutmu.

menjadi kacamatamu dan
menyalakan warna monochrom di matamu.

waktu membingkai mata dengan kaca.
Seperti laut meriasdiri dengan
Arsir pasir, batang kelapa,
Angin bergaram, dan desir melankolia

Titikmula medan perburuan ikan,dan
ibu para perahu

Duh, nelayan mana sudah menebar jala
memenangkan keluasan hatimu yang palig lubuk.
Tanpa pengetahuan arus dalam perut laut.


Tidak pula dapat kudengar hal-hal yang kau sembunyikan
dari mulutmu, meski matamu selalu ingin bicara.
Waktu, seperti acakan angin lautan,
melayarkanmu,
menghanyutkanku,
lalu jarak akan
mengaburkan semua
makna kita,
seperti biasa.

Seorang nelayan mestilah perempuan
yang terus mengekalkan ikatan rambutnya
Atau semisal santri yang mensyakal matan ‘imrity
sambil menjaga matanya tetap menyala
               dan menyalakan mata minusnya dengan kaca

Tapi rahasia tetaplah rahasia
menyisakan semua
Terseret
-seret
dalam dugaan penglihatan.